Kamis, 23 September 2010

Negara dan Setan

“ Ya.. Mursyid, bagaimana cara meneliti peran setan dalam pembangunan? “
“ Peran syaiton dalam pembangunan “ jawab mursyid” tuliskan tema itu dlam usulan judul skripsi, ajukan kedosen pembimbing.
“ Tentu di tolak, ya Mursyid, karena ilmu yang diberikan kepada kami tak memiliki kerangka teori untuk memahami realitas seta “
Mursyid tertawa” Kalau demikian ilmu yang kalian terima adalah ilmu kebodohan. Dari orang tua kalian warisi kepercayaan adanya setan, kemudian di sekolah impor kalian di ajari untuk menganggap bahwa setan bukanlah realitas, melainkan mitos. Perlahan lahan kalianpun tak lagi sanggup memahami adanya setan, karena yang kalian pahami selama ini bukanlah bukanlah realitas setan melainkan gambaran ganbaran wadag tentang wajah yang buruk, bertaring panjang, bermata sebesar bola”
“ Kami makin bingun, ya Mursyid !”
“ Mulailah memahami setan seperti engkau memahami energy atau muatan listrik. Lebih jauh kedalam dari itu : potensi yang merasuki mental, kehendak, jiwa, jauh dari lubuk . Tak bias engkau melihat setan dengan mata yang hanya siap memandang bentuk bentuk”
“ Itu kami sudah tahu, ya Mursyid “
“ Kalian tentu juga sudah tahu bahwa prinsip peran setan yang utama adlah menyembunyikan exsistensinya. Setan punya tradisi meminjam bentuk kedunian yang disukai manusia. Karena kalian tak memiliki ilmu untuk memahami setan, maka diri kalian, pikiran dan ideology kalian, harta benda dan karya karya budaya kalian, gampang diramu untuk dijadikan topeng topeng setan”
“ Juga pembangunan yang gegap gempita ini, ya Mursyid, bias merupakan topeng setan?”
Tulis itu dalam judul sekripsi kalian, pasti akan ditolak oleh kerangka ilmu setan”
“ Ya Mursyid, bukankah akan ditolak juga kalau skripsi kami mempersoalkan peran Tuhan dalam pembangunan?”
“ Segala jenis kebodohan dan kepandaian tak akan sanggup memahami Tuhan. Tapi setan bisa didekati dan di jelaskan secara ilmiah, karena tingkat kemahlukan setan lebih rendah dri manusia”
“ Ya Mursyid, kalau demikian kami tak akanpernah lulus menjadi sarjana. Jika pandangan itu kami pertahankan, kami bukan sekedar ditolak, tapi juga dijadikan bahan tertawaan!”
“ Tepat” jawab Mursyid,”setan sangat asyik mentertawakan kalian. Bukankah setan juga sering menuduh kalian merongrong pembangunan?”

Syair Lautan Jilbab.
Emha Ainun Nadjib

1 komentar :

  1. Pak,
    nyuwun ijin kulo copy-paste puisi meniko wonten mriki :

    http://ekobs.multiply.com/journal/item/372/Peran_syaiton_dalam_pembangunan

    maturnuwun

    BalasHapus