Rabu, 21 Oktober 2009

Pelatihan Perencanaan Partisipatif Bagi Masyarakat


Untuk mewujudkan perencanaan dan pengangaran desa yang berpihak pada kemiskinan diperlukan kapasitas yang memadai dari aparatur desa dan masyarakat desa.Untuk itulah pada 14, 15 dan 16 Oktober 2009 FORMASI dan Pemerintah Desa Karangadung melaksakan pelatihan perencanaa partisipatif bagi masyarakat desa karanggadung. Setelah pelatihan akan ditindak lanjuti dengan penyempurnaan RPJMDes.

Senin, 19 Oktober 2009

“ Pola Asuh Yang Tepat Untuk Anak Usia Remaja”

Anak merupakan salah satu anugerah terbesar yang dikaruniakan Allah SWT kepada seluruh umat manusia. Kehadiran seorang anak dalam sebuah rumah tangga akan menjadi generasi penerus keturunan dari orang tuanya. Rasulullah SAW dalam sebuah riwayat pernah berkata, ''Sesungguhnya, setiap anak yang dilahirkan ke dunia ini dalam keadaan suci (fithrah, Islam). Dan, karena kedua orang tuanyalah, anak itu akan menjadi seorang yang beragama Yahudi, Nasrani, atau Majusi.''
Ada masa kristis dalam pengasuhan anak yaitu pada masa balita dan pada saat anak memasuki usia remaja. Menurut Hurlock (1981) remaja adalah mereka yang berada pada usia 12-18 tahun dan Monks, dkk (2000) memberi batasan usia remaja adalah 12-21 tahun. Masa remaja adalah masa yang penuh dan gejolak dan rentan akan masalah. Beberapa masalah yang muncul pada masa ini antara lain : Kecemasan,Kesulitan belajar, Menarik diri, Psikosomatik, Depresi, Kebingungan, Gangguan prilaku, berkelahi, tawuran, melanggar hukum, Psikosa, Ketergantungan narkotik dan zat adiktif, gangguan jiwa dari ringan sampai berat. Kondisi kondisi yang yang demikian tentunya menuntut pola asuh yang tepat dari orang tua.
Berangkat dari keprihatinan tersebut pada tanggal 18 Oktober 2009 bertempat di sekertariat LSU Bina Insani Kedung Puji dilangsungkan saresehan “ Pola Asuh Yang Tepat Untuk Anak Usia Remaja. Kegiatan tersebut diikuti oleh sekitar dua lima peserta.
Ada beberapa hal yang ditekankan oleh Ustadz Sohiran. S. Ag selaku narasumber pada acara tersebut dalam menerapkan pola asuh terhadap anak usia remaja antara lain :
1.Mengutamakan pendekatan dialogis
2.Melakukan controlling
3.Memberikan arah Visi Hidup yang jelas
4.Berdoa.
Dalam acara tersebut juga dilakukan diskusi, dan problem solving antar peserta dalam melakukan pola asuh terhadap anak usia remaja. Diakhir acara disepakai untuk tidak lanjut dari kegiatan ini karena perserta menyadari begitu sulitnya mendampingi dan mendidik anak usia remaja.

Minggu, 18 Oktober 2009

Refleksi Implementasi ADD

Sejak tahun 2007 ADD telah dimplementasikan, sudah saatnya semua pihak untuk diam sejenak kemudian secara arif melakukan refleeksi diri untuk melihat sejauh mana ADD telah memberikan dampak pada tingkat kesejahteraan masyarakat Desa dan perbaikan pelayanan publik desa.
Pemerintah kabupaten harus membuka dan mencermati kembali regulasi yang telah diluncurkan berkaitan dengan ADD, Kecamatan juga harus merefleksi diri sejauh mana pendapingan kepada desa yang dilakukan selama ini sudahkan memperbaiki tata kelola pemerintahan desa, Pemerintah dan masyarakat desa juga harus duduk bersama untuk mempertanyakan sejauh mana ADD telah menyelesaikan permasalahan masyarakat desa, para pegiat desa juga harus merefleksi diri apakah advokasi dan pendampingan yang dilakukan memang telah berdampak pada kesejahteraan dan perbaikan pelayanan publik desa.
Tampa keberanian untuk menengok diri dan melakukan perbaikan, ada kekawatiran ADD hanya memindahkan dan menyebarkan korupsi ke pelosok desa.

Jumat, 09 Oktober 2009

Diskusi Dengan Pansus DPRD Kab. Kebumen



Pada hari jum'at 9 Oktober dimarkas FORMASI dilangsungkan diskusi mengenai Tata Tertib DPRD. Acara diskusi tersebut dihadiri 7 anggota DPRD Kab Kebumen (Ketua , Sekertaris dan anggota pansus tatib DPRD kabupaten Kebumen ) serta segenap aktifis FORMASI. Dalam diskusi tersbut dispakati prinsip prinsip yang harus menjiwai Tatib DPRD Kab. Kebumen periode 2009 - 2013.
Prisip prinsip kesepakatan tersebut adalah :
1. Membuka ruang partisipasi masyarakat.
2. Menganut Akuntabilitas publik.
3. Membuka ruang informasi publik.
4. Mendorong peningkatan kinerja DPRD,
5. Sinkronisasi antara mekanisme penyerapan aspirasi konstituen dengan mekanisme perencanaan dan penganggaran reguler.
6. Adanya naskah akademik dalam setiap penyusunan Perda.

LSU Bina Insani Kirim Relawan ke Padang

Sebagai rasa simpati dan empati terhadap korban gempa pada hari kamis 8 Oktober 2009 LSU Bina Insani memberangkatkan 9 relawan menuju Jakarta, selanjutnya ke Padang untuk membantu korban gempa di Sumatra Barat. 9 relawan tersebut telah mendapat diklat sar sehingga memang mempunyai kemampuan menangani korban bencana baik pada tahap evakuasi maupun tahap rehabilitatif, direncankan mereka akan bertugas selama dua bulan di Sumbar.
Selamat berjuang kawan......