Jumat, 11 November 2011

Anggaran Kebumen Naik 21,2 %, Potret RAPBD 2012

Pada tanggal 10 November 2011 Bupati Kebumen telah menyerahkan Nota Keuangan R APBD Tahun 2012 Kepada DPRD Kab Kebumen. Dengan telah diserahkanya Nota Keuangan Kepada DPRD selanjutnya Bola Pembahasan RAPBD 2012 kini berada ditangan DPRD. Di bawah ini adalah sekilas protret R APBD Kabupaten Kebumen Tahun 2011

1. PENDAPAN DAERAH
Pendapatan Daerah RAPBD 2011 sebesar Rp 1.139.922.911,000 sedang pada RAPBD 2012 sebesar Rp 1.381.873.317.000,- mengalami kenaikan sebesar Rp 241,950,406,000 atau 21.2 %. Pendapatan Daerah Kab Kebumen berasal dari Pendapatan Asli Daerah, Dana Perimbangan, dan Lain-Lain Pendapatan Daerah yang Sah.

a. Pendapatan Asli Daerah
Pendapatan Asli Daerah Kabupaten Kebumen RAPBD 2011 sebesar Rp 68.282.517.000,00 ( 5,99 % terhadap total pendatan Daerah 2011 ) Sedang dalam dalam RAPBD 2012 sebesar Rp 79.075.978.000,- mengalami kenaikan sebesar Rp 10,793,461,000 atau 15.8 %.( 5.7 % terhadap total pendatan Daerah 2012). Pendapatan Asli Daerah Kab kebumen berasal dari Pendapatan Pajak Daerah, Hasil Retribusi Daerah, Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah yang Dipisahkan, dan Lain-Lain Pendapatan Asli Daerah yang Sah.
Pos Pendapatan Asli Daerah pada RPBD 2012 yang memiliki kontribusi paling besar berasal Lain lain Pendapatan Asli Daerah yang sah sebesar Rp 37.120.695.000,- (46.9 % dari total Pendapatan Asli Daerah 2012) disusul pendapatan dari pos Restribusi Daerah sebesar Rp 21.389.931.000,- ( 27.05 % dari total Pendapatan Asli Daerah 2012 )

b. Dana Perimbangan
Dana Perimbangan Kabupaten Kebumen pada RAPBD 2011 sebesar Rp 858.148.139.000,00 ( 75,28 % terhadap total pendatan Daerah ) sedanga pada RAPBD 2012 sebesar Rp 1,053,257,905,000 mengalami kenaikan sebesar Rp 195,109,766,000 ( 22.7 %. ). Dana Perimbangan tahun 2012 berasal dari Bagi Hasil Pajak/Bagi Hasil Bukan Pajak, Dana Alokasi Umum, dan Dana Alokasi Khusus. Pos Dana Perimbangan yang memiliki kontribusi terbesar berasal dari Pos Dana Alokasi Umum (DAU) yaitu sebesar 86.04 % dari total Dana Perimbangan. Dana Alokasi Khusus (DAK) menempati peringkat kedua dalam kontribusinya di Dana Perimbangan. Pos DAK RAPBD 2012 sebesar Rp 100,103,330,000 mengalami kenaikan dibanding pada RAPBD 2011 sebesar Rp 20,986,530,000 atau 26.5 % (9.50 % dari Dana Perimbangan) .

c. Lain-Lain Pendapatan Daerah yang Sah.
Lain-Lain Pendapatan Daerah yang Sah Kabupaten Kebumen pada RAPBD 2011 sebesar Rp 213.402.255.000,00 ( 18,72 % terhadap total pendatan Daerah ) pada RAPBD 2012 menjadi sebesar Rp 249,539,434,000 mengalami kenaikan sebesar Rp 36,137,179,000 atau 15.8 % (18.06 % terhadap total pendatan Daerah ). Lain lain Pendapatan Daerah yang Sah berasal dari Pendapatan Hibah, Dana Bagi Hasil Dari Provinsi dan Pemerintah Daerah Lainnya, Dana Penyesuaian dan Otonomi Khusus, Bantuan Keuangan Dari Provinsi dan Pemerintah Daerah Lainnya.


Dari hal tersebut diatas setidaknya dapat kita simpulkan bahwa Pendapatan Daerah Kabupaten Kebumen pada RAPBD 2012 paling banyak diperoleh dari Dana Perimbangan yaitu sebesar Rp 1,053,257,905,000 atau sebesar 76.22% . Walau pendapatan Pendapatan Asli Daerah pada RAPBD 2012 mengalami kenaikan sebesar Rp 10,793,461,000 atau 15.8 %. Dibandinng dengan RAPBD 2011 namun demikian jika dilihat kontribusinya terhadap total pendapatan justru mengalami penurunan. Pada RAPBD 2011 Pendapatan Asli Daerah memberikan kontribusi 5,99 % sedang pada RAPBD 2012 kontribusi Pendapatan Asli Daerah terhadap Total pendapatan menurun menjadi hanya 5.7 %. hal ini jelas menunjukan semakin menurun tingkat kemandiran Kabupaten Kebumen.

2. BELANJA DAERAH
Belanja Daerah Kabupaten Kebumen pada RAPBD 2011 sebesar Rp 1.150.756.089.000,00 sedang pada RAPBD 2012 sebesar 1,436,549,594,000 mengalami kenaikan sebesar Rp 285,793,505,000 atau 24.8 % dengan divisit sebesar Rp (54,676,277,000.00). Belanja Daerah terdiri atas Belanja Tidak Langsung dan Belanja Langsung

a. Belanja Tidak Langsung
Belanja Tidak Langsung pada RAPBD 2011 sebesar Rp 909.315.442.000,00 ( 79,02 % terhadap total Belanja Daerah ) sedang pada RAPBD 2012 sebesar Rp 959,769,104,000 mengalami kenaikan sebesar Rp 50,453,662,000 atau 5.5 %. Belanja Tidak Langsung terdiri dari Belanja Pegawai, Belanja Bantuan Sosial, Belanja Hibah, Belanja Bagi Hasil Kepada Provinsi/Kota dan Pemerintahan Desa, Belanja Bantuan Keuangan kepada Provinsi/Kota dan Pemerintah Desa, dan Belanja Tak Terduga.

Pada RPABD 2011 di pos Belanja Pegawai yaitu sebesar Rp 747.399.122.000,00 ( 64,95 % dari total Belanja Daerah ) sedang pada RAPBD 2012 sebesar Rp 872,185,489,000 mengalami kenaikan sebesar Rp 124,786,367,000 atau 16.7 % (60.71 % dari total Belanja Daerah ). Sebuah kenaikan yang cukup fantastis jika dibandingkan dengan kenaikan Total Belanja Daerah yang Cuma naik sebesar 5.5 %. Disamping untuk Pos belanja pegawai ( merupakan 90.87 % dari total Belanja Tidak Langsung ) Belanja Tidak Langsung pada RAPBD 2012 Pos yang cukup besar adalah pada Pos Belanja Bantuan Keuangan sebesar Rp 50,923,864,000 ( 5.31 % dari total Belanja Tidak Langsung ) dan Pos Belanja Bantuan Sosial sebesar Rp 24,990,453,000 ( 2.87 % dari total Belanja Tidak Langsung )

b. Belanja Langsung
Belanja Langsung pada RAPBD 2011 sebesar Rp 241.440.647.000,00 ( 20,98 % terhadap total Belanja Daerah ) sedang pada RAPBD 2012 sebesar Rp 476,780,490,000 mengalami kenaikan sebesar Rp 235,339,843,000 atau 97.5 % (33.19 % terhadap total Belanja Daerah ) sebuah kenaikan cukup fantatis. Belanja langsung terdiri dari Belanja Pegawai, Belanja Modal, dan Belanja Barang dan Jasa.
Belanja Pegawai pada Belanja Langsung RAPBD 2011 sebesar Rp 26.951.881.000,00 (11,16 % terhadap total Belanja Langsung ) sedang pada RAPBD 2012 sebesar 42,917,224,000 mengalami kenaikan sebesar Rp 15,965,343,000 atau 59.2 % (9.0 % terhadap total Belanja Langsung )
Belanja Barang dan Jasa pada Belanja Langsung RAPBD 2011 sebesar Rp 91.428.924.000,00 ( 37,87 % terhadap total Belanja Langsung) sedang pada RAPBD 2012 sebesar 154,700,194,000 mengalami kenaikan sebesar Rp 63,271,270,000 atau 69.2 % ( 32.4 % terhadap total Belanja Langsung )
Belanja Modal pada Belanja Langsung RAPBD 2011 Rp 123.059.842.000,00 ( 50,87 % terhadap total Belanja Langsung ) sedang pada RAPBD 2012 sebesar 279,163,072,000 mengalami kenaikan sebesar Rp 156,103,230,000 atau 126.9 % (58.6 % terhadap total Belanja Langsung )

Itulah potret belanja dimana sebagian besar belanja masih digukan untuk belanja pengai dimana dalam RAPBD 2011 porsinya mencapai 64,95 % dari total Belanja Daerah sedang pada RAPBD 2012 porsi belanja pegawai mencapai 60.71 % dari total Belanja Daerah Hal tersebut ini tentunya cukup menggebirakan karena pada RAPBD 2012 prosentase belanja untuk pembangunan dan masyarakat menjadi semakin besar.
Disisi yang lain pada Belanja Langsung pada RAPBD 2012 besarnya belanja pegawi dan belanja barang dan jasa pada belanja langsung yang prosentasenya mencapai 41.45 % terhadap total belanja langsung. Kalau dibandingkan RAPBD 2011 dimana prosentase belanja pegawai dan belanja barang dan jasa sebesar 49,03 % secara makro Pemkab Kebumen telah mengikuti saran untuk berupaya melakukan efesiensi namun demikian usaha usaha efesiensi dalam dalam perencanaan annggaran masih harus dilakukan sampai mendekati anggka 30 %.

3. PEMBIAYAAN DAERAH
Pembiayaan Daerah merupakan setiap penerimaan yang perlu dibayar kembali dan/atau pengeluaran yang akan diterima kembali baik alam tahun anggaran yang bersangkutan maupun tahun anggaran sebelumnya.
a. Penerimaan Pembiayaan
Penerimaan Pembiayaan Daerah Kabupaten Kebumen dalam RAPBD 2012 sebesar terdiri atas Sisa Lebih Perhitungan Anggaran Tahun 2011 sebesar Rp 61.965.381.000,- yang bersal dari sisa DAK tahun 2011 yang belum dilksanakan sebesar Rp 47.965.381.000,- dan silpa Murni sebesar Rp 14.000.000.000,-

Tidak ada komentar :

Poskan Komentar