Kamis, 30 Desember 2010

Anggaran Dinas Kesehatan Dalam RAPBD 2011

4. PENDAPATAN : 4.482.100.000,00
Hasil Restribusi : 4.482.100.000,00
5. BELANJA :56.143.728.000,00
5.1. BELANJA TIDAK LANGSUNG :43.640.168.000,00
Belanja Pegawai :43.640.168.000,00
5.2. BELANJA LANGSUNG :12.503.168.000,-
- Program Admisitrasi perkatoran
Kegiatan Jasa surat menyurat : 13.070.000,00
Kegiatan Jasa Komunikasi, daya : 340.000.000,00
Kegiatan Pemeliharaan kendarandinas : 126.520.000,00
Kegiatan Jasa Adminitrasi Keuangan : 120.000.000,00
Kegiatan Jasa Kebersihan : 66.434.000,00
Kegiatan Perbaikan Peralatan Kerja : 55.080.000,00
Penyediaan Alat Tulis Kantor : 68.320.000,00
Penyedian barang cetak dan penggdaan : 75.200.000,00
Penyedian Kompoen instalasi Listrik : 32.320.000,00
Bahan Bacaan/Peraturan perundangan : 11.760.000,00
Penyedian makan minum : 14.680.000,00
Rapat Kordinasi Luar Daerah : 26.000.000,00
Penunjang Administrasi Perkantoran : 218.952.000,00
Rapat Kordinasi dalam daerah : 14.000.000,00
- Program Peningkatan Saran dan Praarana Aparatur
Pengaadaan sarana aparatur : 10.000.000,00
Pemeliharaan gedung/kator : 59.227.000,00
Pemeliharaan mebeler : 7.520.000,00
Rehabilitasi Gedung/kantor : 27.830.000,00
- Program Pengadaan Obat dan Perbekalan Kesehatan
Obat dan Perbekalan Kesehatan : 5.800.469.000,00
- Program Pengembangan data /informasi
Pengumpulan data : 20.000.000,00
- Program Upaya Kesehatan Masyarakat
Revuitalisasi Posyandu : 100.000.000,00
Kawasan tanpa rokok : 200.000.000,00
- Program Perbaikan Gisi masyarakat
Penggulangan KEP,GKY : 70.000.000,00
- Program Pengembangan Lingkungan Sehat
Pendampin teknis Sanimas : 10.000.000,00
- Program Pencegahan Penyakit Menular
Pelayanan Pencegahan Penyakit menlr : 118.000.000,00
Peningkatan imunisasi : 45.000.000,00
Survelance epedemologi : 25.000.000,00
- Program Perbaikan sarana Puskemas
Pengadaan sarana puskesmas : 1.328.733.000,00
Pengkatan puskesmas rawat inap : 1.808.375.000,00
- Program Kemitraan peningkatan pelayanan kesehatan
Kemitraan asuransi kesehatan masykt : 1.690.750.000,00

Senin, 06 Desember 2010

Kumpulan Puisi ( Tangis Nusantara )

Tangis Nusantara "

Gunung yang menjagamu
Kini marah dengan apinya
Laut yang menjadi nafkahmu
Kini marah dengan gelombangnya
Air yang menjad isumber hidupmu
Kini marah dengan derasnya
Angin yang menjadi desah nafasmu
Kini marah dengan tiupnya
Rakyat yang mendiami bumimu
Kini marah dengan nafsu dan amuknya.
Aku dengar tangisan pilu dalam balut pasrah
Aku lihat nganga luka, darah bercampur nanah
Aku dengar doa doa yang bergemuruh
Aku lihat kepedulian dari hati yang luruh
“ Akankah kau menemukan salah dan dosamu “


Maaf kalau puisiku tak indah "

Bosan rasanya berkutat
dengan diksi, rima dan metafora
sementara kusaksikan keserakahan
yang teribungkus sistem dan aturan
Tak mau lagi aku terbebani
dengan seting,alur dan gaya bahasa
sementara jerit kaum papa yang terpinggirkan
begitu nyata kudengar
Jemu rasanya bermain dengan kata kata
Tak bisa aku melukiskan ketidakadilan
dengan bunga mawar, buah anggur
dan rembulan.
Maaf kalau puisiku tak indah
Aku menyaksikan keindahan telah dirampas


Apa Indahnya Politik "

apa indahnya politik
permainan hasrat purba manusia
pergulatan yang slalu meninggalkan luka.
serta teriakan keras menang atau mengalahkan
tak lebih ....
Bunga wawar adalah basa basi lobi
Senyum dan sanjungan slalu berunjung upeti
Apa indahnya politik di ngeri ini
Kalaupun ia sebuah seni mandzabnya pasti kekuasaan dan tahta
sementara kesejahteraan hanya nyayian basi menjelang pemilu
ujungnya adalah harta ekornya adalah kroni.
" aku pikir mending minum kopi sumatra
apa indahnya politik.


Marahku "

Tak usah lagi kau tawari
Janji atau upeti
Marahku tak bisa disuap lagi
Memuncak bagai bara merapi
Kan kejar walau kau berlari
Dan sembunyi dalam dunia mimpi
Tak peduli
Walau engkau terus menjerit pilu
Tersayat runcing belati
Yang tlah kulumuri dengan racun biru
Karena marahku tak lagi bisa dibeli
Wahai …
Keserakahan yang memporak poranda
Tatanan agung semesta
Kini ajalmu tlah tiba
Diterjang marah yang kau cipta
Wahai …
Kesewenangan wenangan yang merobek robek
Harkat martabat kemanusian
Kini tlah tiba batasmu
Diterjang badai yang kau tiupkan


Bahasa api Orang Orang Marah "

aku memerlukan api
atau sebilah pedang samurai
bosan bicara dengan bahasa puisi
sebab tak juga kau mengerti
akan luka keadilan ini
kini ..
aku ingin menggunakan bahasa api
" terdengar samar suara
0rang orang marah dan putus asa "


Belati Untuk Broker Politik “

Sudah aku putuskan
Dalam diam
Sambil terus kuasah belati
Pagi besok kan kudatangi
Kan kutikam
Dalam dalam
Nuranimu
yang memang sudah mati


*Jeda Pemilu

Waktu seolah berhenti,
dan mencekik leherku
dalam lunglai
panjang penantian.
Sendiri ...
Mengais belantara tumpukan sampah
harapan yang kau buang
Semetara kamu terus tertawa
Tanpa rupa
Sesal tlah kau sembunyikan
Di saku belakang
Sehingga kau tak melihat
tak mau mengenalnya lagi


*Janji Pemilu

Siang itu ditengah terik
Dalam sela gelegar musik
Kau tlah merayuku
Hingga aku tak berdaya
Larut dalam desahmu
Kini aku tergelatak
Dalam gigil dingin
Dalam sempit tenda pengungsi
Tapi mengapa engkau malah pergi
Mengejar hasrat, tak terkendali 

Kupulan Puisi ( Sajak Untuk Istriku )


* Sajak untuk istriku

Mi…..
Menatap wajahmu, membuat rasaku luruh tak berdaya
Ada perasaan damai, bahagia dan sedih
Damai karena teduh sorot matamu mendinginkan amarah dan ambisi
Yang kadang membuat aku lupa diri
Bahagia karena merdu dan lembut kata katamu slalu menetramkan hatiku
Membuat api semangat yang hampir padam menyala kembali
Sedih karena semakin banyak janji janjiku yang tak bisa kupenuhi
Walau kau slalu bilang, hidup ini toh hanya berusaha, berdoa, menerima dan menjalani.
Masih ku ingat waktu nikah dulu, begitu sederhana bahkan terlalu sederhana
tanpa cincin dan berlian, hanya seperangkat alat sholat sebagai mas kawin
Tanpa dekor,Tanpa acara dan Tanpa pesta yang meriah
“ Ndak apa apa tanpa pengajian, cukup khotbah nikahnya diperpanjang”
Katamu pelan padaku, waktu itu
Mi…..
Menatap wajahmu, membuatku rasaku luruh tak berdaya
Ada perasaan damai, bahagia dan sedih
Ketika aku sakit kamu pasti slalu memijitku
“ Mas... aktifis ndak boleh sakit.... “ katamu sambil terus memijitku
“ Biaya kesehatan terlalu mahal bagi kita, mas.... dilarang sakit
Orang orang miskin juga dilarang sakit, selama biaya kesehatan masih selangit “
Kamu terus memijitku, sampai aku tertidur dan melupakan ketidak adilan di negri ini.


*Di tinkungan jalan itu,

Di tinkungan jalan itu,
sebelah barat jembatan kretek
kau mengajaku berhenti disebuah dangau kecil yang reot
ditengah riuh suara kendaraan, kamu berucap lirih ....
" Mas ...lama dan jauh sudah perjalanan ini kita tempuh”
“ Ya… “ Jawabku spontan
Sambil menerka nerka maksud dibening matamu,
namun aku hanya menemukan misteri dan teka teki
“ Mas …. Akad ,Tujuan dan tekad yang dulu kita sepakati,
Apa tidak perlu kita refres dan perbaharui kembali ??
Bukankah, panasnya aspal disiang hari...
Dan silaunya lampu dimalam hari…
Sering membuat kita gagap dan nanar
“ Mas Peta jalan yang dulu Kita sepakati ,
mungkin harus kita gambar kembali
karena udah begitu lusuh terkena debu waktu ”
Gubuk reyot kecil,
Kuning padi disawah,
serta semilir angin,
Kau lah saksi pernikahanku yang kedua kalinya denganmu


* Mengenalmu

mengenalmu,
sungguh membuatku tertegun
kamulah yang membuat
langkah malamku terhenti
sejenak.
mengenalmu
sungguh membuatku tertegun
tak kala kau suguhkan
hidangan makna dalam bingkai kata
yang samar.
mengenalmu
bagai mengarungi samudra
tak bertepi.


*Bersamamu

Bersamamu menghitung detak jam dinding
sambil minum teh hangat yang kau suguhkan
terasa mengobati luka hati
karena hak informasi publik yang dirampas
karena hak partisipasi yang dikelabuhi
Bersamamu menikmati ubi goreng
sambil menikmati manis senyumu
terasa menghibur dan membuang nelangsa
dari keserakahan dan ketidak adilan anggaran
dari kesemrawutan tatanan birokrasi
Bersamamu kurasa bagai menghimpun tenaga
Bersamamu kurasa bagai memotong rasa putus asa
Bersamamu kurasa bagai menjaga api semangat
Bersamamu ..
Aku ingin menaklukan dunia
yang sering menipu dan melenakan



*Ingin Aku Terus Bersamu

Ingin aku terus bersamamu
walau hidup tak seindah yang pernah kita mimpikan
tiada suguhan yang bisa kita makan
menemani obrolan malam ini
hanya senyumu yang kurasa begitu indah
ingin aku terus bersamamu
walaupun pembicaraan kita hanya masalah susah
tentang hutang pada tetangga bagaimana kita mengembalikan
tentang spp anak anak kapan kita mampu membayarnya
tentang tagihan listrik bulan kemarin yang belum terbayar
ingin aku terus bersamamu
walau hanya untuk sekedar merayakan kesedihan
atau menertawakan miimpi mimpi yang semakin tak terbeli.


* Kekasih, usahlah menangis

tahan air matamu sayangku
simpan dalam lekuk sunyi malam ini.
senang dan susuh hanya guratan
yang mesti harus dijalani.
tak usah iri pada mereka
yang dibui tapi masih bisa pesiar ke bali
atau jangan tanyakan uang negri
yang habis untuk pesiar dan memperkaya diri
sayangku
lihatlah rembulan begitu indah
tandanya besok kita meski pergi kesawah
walau pupuk bersubsidi begitu langka dan mahal
belahan jiwaku
simpan sedih dan susahmu
semoga dalam mimpi tidur kita
masih tersisa kebahagian
tuk kita orang orang kecil

Kumpulan Puisi ( Pesan Untuk Anakku )

* Hanya Untukmu ini Kutuliskan

Hanya untukmu ini kuliskan,
ditengah sepi malam yang melintang,
disaat kesendiarian yang terasa membeku.
Hanya untukmu ini kuliskan
karena ada harapan yang besar dan doa doa yang terpanjatkan
akan sebuah cita cita keadilan dan kesejahteraan
yang sekarang tercidrai entah oleh siapa.
Hanya untukmu ini kuliskan
agar semangat perlawanan terhadap penindasan bisa terus hidup,
walau kita hanya orang kecil dan pingiran
tapi tak pantas rasanya kita " Menyerah "


* Anaku, orang orang besar hanya lahir dari pinggiran

Anakku ….
Tak usah kikuk dengan sepeda buntutmu
Tak usah minder dengan sepatu lusuhmu
Karena hanya itu yang mampu bapak belikan
Tapi sunguh itu dari uang yang halal
Hasil keringat mencangkul bapakmu
Bukan dari upeti apa lagi hasil korupsi
Anaku ….
Teruslah belajar
Karena negri ini kaya raya
Walau sebagaian kini dikontrakan dan sewakan
Dengan harga yang murah
Ankaku ….
Kelak kalau kamu jadi pemimpin
Bapakmu hanya ingin mendengar
Kamu mengatakan pada penyewa alam kita
" mari negoisasi ulang atau serahkan pada kami “
Anakku …
Tak usah minder karena kita orang mikin
Lihatlah dan bacalah sejarah
Orang orang besar hanya lahir dari pinggira


*Tak Mungkin

Tak mungkin ...
engkau memadukan air dan api
dalam satu genggam narasi
engkau menjadikan malaikat dan syaetan
sebagai teman dalam satu perjalanan
atau ..
engkau mencampur madu dan racun
untuk sarapan pagi.


*Setya Rahma Sholehah

Adalah harapan
doa pertama yang terjawab
doa sepanjang perjalanan
Nak ...
rasanya tak cukup kamu hanya membaca
puluhan buku yang abi belikan
belajarlah membaca kehidupan
agar kelembutanmu bisa mengimbangi
rasionalitasmu yang tajam


*Nidzar Amanul Hakim

Doa kedua yang terjawab
Pejuang yang kudambakan
aku cuma tersenyum ketika kamu berkata
" Bosan membaca, bikin ngantuk "
kemudian kamu ambil kuas dan kanfas
atau membongkar apapun yang kamu pingin bongkar
Nak ....
Proses kreatifitas memang tak semua hadiir
dari bacaan yang kadang memang sempit dan membatasi
Ilmu bukan hanya bisa diambil dari deretan kata dan huruf
Ia bertebaran dialam dan kamu perlu merangkainya dalam bait dan kalimat
agar abi bisa membacanya.


*Amalia Syahida

Doa Ketiga Yang Terkabulkan
Harapan yang terus terkembang
Candamu slalu memenuhi hari hari
Kritikmu lugas tanpa basa basi
Nak ....
Pupuklah terus jiwa terus terang dan kejujuran
karena kepandaian dan ketrampilan tiada berarti tanpa moralitas
tak usah ragu dan takut untuk menyampaikan kebenaran
walau sasaranya adalah abimu sediri

Kumpulan Puisi ( 1 )

*Menantimu

Menantimu dalam dingin sepi
bagai menunggu hujan berhenti
menggigil sediri
dalam balutan angin

Kesumba,
hampir tengah malam

* Dirimu

Tlah menjelma menjadi kata
Yang memberontak terhadap pasungan makna
tak sudi lagi terkungkung dalam penjara
bahkan kini tak mau lagi
menjadi bagaian dari deret sebuah kalimat
bosan katamu terus menyadang sebagai subjek,predikat
apa lagi hanya menjadi sebuah keterangan
bahkan teriakamu semakin lantang
" aku hanya ingin menjadi diriku
walau tanpa makna
walau tanpa status
walau tidak menjadi apa apa "
Bagaimana mungkin aku memahami
kegilaan yang semakin menggoda


*Tergoda

Tiba tiba saja kau hadir
Mencabik cabik hatiku dengan kerlingmu
Mebuat limbung akalku dengan senyumu
Mabuk aku tak sadar diri dengan merdu suaramu
Kemudian
Malam malamku menjadi samudara gelisah
Yang tak bertepi tak berujung.
*Astaghfirulloh


D" Episod Akhir November

Kamu bagai angin yang tak pernah lelah berhembus
menjelajahi siang dan menemani rembulan
germersik daun bambu adalah elus sapamu
kesejukan adalah jiwa kembaramu
Kamu ibarat puisi dengan selaksa makna
bermandi kata hikmah dan munajat
elegi kesejatian dalam sunyi keramaian
menyimpan semangat diantara bait dan rima
Kamu kadang seperti samudara
menampung segala duka dan luka berkarat
semua kamu rengkuh dalam gelombangmu
tanpa ada keluh dalam buih putihmu
D"
Kamu adalah anugrah yang pernah aku kenal


*Hanya Kamu Yang Bisa Menggenapi Puisiku

Tlah kupilih seribu diksi
tuk mengenapi puisi ini
tapi slalu saja tak serasi
terasa kering dan hambar
kini kau pergi
meninggalkan lautan kenangan
yang terus bergejolak tak mau henti
tak ada lagi yang bisa menggenapi pusisiku


* Aku Mencarimu

Siang tadi aku mencarimu
diantara tumpukan sepi
dibelantara rimba tak bertepi
hanya untuk mengadu lelahnya jiwa
Malam ini aku terus mencarimu
diantara lipatan kelam malam
yang berjalan pelan menepi
hanya tuk bersandar beratnya asa

Aku mencrimu ....