Agar dapat memperjuangkan dan mengawal aspirasinya warga masyarakat desa harus melek perencanaan dan penganggaran desa dan daerah.Untuk membantu memahami hal tersebut FORMASI mengadakan pelatihan Perencanaa Desa Partisipatif bagi kelompok masyarakat desa Pasir Kec. Ayah. Pelatihan berlasngung selama dua hari ( tgl 8 dan 8 Oktober ) bertempat di Balai Desa Pasir Kecamatan Ayah. Pelatihan tersebut dikuti sekitar 30 peserta ( kebanyakan perempuan ) dan difasilitasi oleh Umi, Bintang, Fuad, Junaidi dan Gunung.
"Sebaik-baik manusia diantaramu adalah yang paling banyak manfaatnya bagi orang lain" (H.R. Bukhari).
Jumat, 09 Oktober 2009
Pelaihan Perencanaan Pro Rakyat Miskin Warga Desa Pasir
Agar dapat memperjuangkan dan mengawal aspirasinya warga masyarakat desa harus melek perencanaan dan penganggaran desa dan daerah.Untuk membantu memahami hal tersebut FORMASI mengadakan pelatihan Perencanaa Desa Partisipatif bagi kelompok masyarakat desa Pasir Kec. Ayah. Pelatihan berlasngung selama dua hari ( tgl 8 dan 8 Oktober ) bertempat di Balai Desa Pasir Kecamatan Ayah. Pelatihan tersebut dikuti sekitar 30 peserta ( kebanyakan perempuan ) dan difasilitasi oleh Umi, Bintang, Fuad, Junaidi dan Gunung.
Sosialisasi PPIP 2009 Desa Karangduwur
Pada hari selasa tanggal 6 Otober 2009 Desa Karangdur dilasankan sosialisasi Program Pemangunan Infrastuktur Perdesaan ( PPIP ). Soailisasi dihadiri sekitar 70 warga yang mewakili unsur Pemerinah Desa, BPD, Lembaga Kemasyaraktan Desa, Tokoh Masyarakat dan perwakilan warga dari semua dusun. Sosialisai program dismpaikan oleh Kepala Desa Karangduwur dilanjutkan dengan penjelasan teknis program dari pendamping.
Legenda Desa Karangduwur Kec. Ayah
Legenda Desa Karangduwur
a. Tahap I
Desa Karangduwur konon merupakan desa tua dimana silsilah desa untuk masyarakat yang ada kini tidak ada yang mengetahuinya. Konon Desa Karangduwur disinggahi oleh 2 orang Syeh yaitu Syeh Maulana Maghribi yang kemudian dikenal dengan nama Sri Menganti yang tinggalnya disebelah selatan Desa dan yang seorang lagi bernama Syeh Pengarengan yang tinggal disebelah utara Desa Karangduwur.
b. Tahap II
Desa Karangduwur pernah disinggahi 4 Pangeran atau prajuri bersaudara dari Kerajaan Yogyakarta, konon yang 3 prajuri tinggal Desa Karangduwur dan yang 1 prajuri pindah ke Betawi ( Jakarta ). Sedangkan ketiga prajurit itu bernama :
1. Mangkuratmaja
Mangkuratmaja dan istrinya bernama Mbah Sagem tinggal disebuah lembah yang kemudian diberi nama Karangduwur yang terletak di dusun Sasak. Tempat ini sekarang terkenal dengan Panembahan Salam.
2. Mangkuratman
Mangkuratman ini merupakan adik dari Mangkuratmaja dan tinggal di Daerah Mbulu Kuning yang kini terkenal dengan Panembahan Mbulu Kuning
3. Mangkuratnegara
Mangkuratnegara mempunyai seorang istri bernama Mangkurat Kuning dengan seorang emban ( tukam momong ) bernama Semar Amang Rogo. Mereka tinggal di pedukuhan Cempaka wilayah dusun Sasak, kini terkenal dengan Panembahan Cempaka Kuning.
Dari ketiga generasi itu konon Desa Karangduwur terbentuk, maka konon setelah mengalami beberapa genarasi maka terbentuklah Pemerintah Desa Karangduwur di wilayah Dusun Sasak.
1.2 Sejarah Pembangunan Desa Karangduwur
Konon Pemerintah Desa Karangduwur sudah mengalami 9 kali Kepala Desa, di antara ke 9 Kepala Desa itu adalah :
a. Kepala Desa pada Zaman Penjajahan Belanda
1. Pada masa Kepala Desa Soma Leksana
Pada Pemerintah ini Desa Karangduwur masih terletak Pemerintah Desa di Dusun Sasak
2. Pada Masa Kepala Desa Madrani
3. Pada Masa Kepala Desa Madreja
Pada masa ini pemerintahan masih zaman penjajahan Belanda. Pada masa ini telah didirikan Sekolah Rakyat ( SR ) tahun 1938 dan Pembangunan Jalan Desa yang kini menjadi Jalan Pemda Tingkat II, yaitu Jalan Cilacap – Karangbolong.
4. Pada Masa Kepala Desa Karyawintana
Pada masa ini pemerintahan zaman penjajahan Belanda. Pembangunan yang dilakukan pada zaman Kades ini perbaikan sarana dan prasarana baik itu mengenai Sekolah Rakyat dan Pembangunan Jalan Desa yang kini menjadi Jalan Pemda Tingkat II, yaitu jalan Cilacap – Karangbolong.
b. Kepala Desa pada Zaman Pendudukan Jepang – Sekarang
1. Pada Zaman Kepala Desa Kaspari 1942 – 1945
Pada masa Kepala Desa ini tergolong jabatan Kepala Desa paling pendek sebab konon Kades Kaspari terserang penyakit dan meninggal.
2. Pada Masa Kepala Desa Kartowirejo 1945 – 1986
Pada masa Kepala Desa ini tergolong jabatan Kepala Desa paling lama setelah Zaman Pendudukan Jepang, pasalnya masa pemerintahan selama 41 tahun. Pemerintah Desa dengan Kepala Desa Kartowerejo mengalami pembangunan yang cukaup banyak, antara lain :
- Penggantian Nama Sekolah Rakyat menjadi Sekolah Dasar
- Pembangunan Gedung Sekolah Dasar N I
- Pembangunan MI Karangduwur
- Pendirian Kantor Balai Desa
- Pembangunan SDN II
- Pendirian Pasar Desa
3. Pada Zaman Kepala Desa Lasikun 1986 – 1994
Zaman Kades Lasikun ini dilakukan pembangunan, antara lain :
- Pembangunan Jalan Desa
- Pendirian Gedung Puskesmas
- Pendirian Taman Kanak – Kanak Kartini
- Pendirian Kelompok Tani
- Pembuatan Jalan Ke Pantai Menganti
4. Pada Zaman Kepala Desa Hadi Santoso 1994 – 2002
Pada masa pemerintahan ini pembangunan yang dilakukannya :
- Pengaspalan Jalan Desa Lingkungan RW I + 0,5 Km
- Pengerasan Jalan Desa
- Pembentukan Badan Perwakilan Desa
- Rehab Pasar Desa menjadi Aula Desa
- Perluasan Kantor Balai Desa
5. Zaman Kepala Desa Lasikun 2002 – sekarang
Pemerintahan Kades Lasikun sudah 2 tahap dan tahan yang ke 2 ini baru berjalan 3 tahun dan pembangunan yang sudah dilakukan adalah :
- Rehab Aula Desa
- Pengecoran Jalan Desa
- Rehab Balai Desa
- Pendirian Taman Kanak – Kanak Pelangi
( Sumber RPJMDes Desa Karangduwur )
a. Tahap I
Desa Karangduwur konon merupakan desa tua dimana silsilah desa untuk masyarakat yang ada kini tidak ada yang mengetahuinya. Konon Desa Karangduwur disinggahi oleh 2 orang Syeh yaitu Syeh Maulana Maghribi yang kemudian dikenal dengan nama Sri Menganti yang tinggalnya disebelah selatan Desa dan yang seorang lagi bernama Syeh Pengarengan yang tinggal disebelah utara Desa Karangduwur.
b. Tahap II
Desa Karangduwur pernah disinggahi 4 Pangeran atau prajuri bersaudara dari Kerajaan Yogyakarta, konon yang 3 prajuri tinggal Desa Karangduwur dan yang 1 prajuri pindah ke Betawi ( Jakarta ). Sedangkan ketiga prajurit itu bernama :
1. Mangkuratmaja
Mangkuratmaja dan istrinya bernama Mbah Sagem tinggal disebuah lembah yang kemudian diberi nama Karangduwur yang terletak di dusun Sasak. Tempat ini sekarang terkenal dengan Panembahan Salam.
2. Mangkuratman
Mangkuratman ini merupakan adik dari Mangkuratmaja dan tinggal di Daerah Mbulu Kuning yang kini terkenal dengan Panembahan Mbulu Kuning
3. Mangkuratnegara
Mangkuratnegara mempunyai seorang istri bernama Mangkurat Kuning dengan seorang emban ( tukam momong ) bernama Semar Amang Rogo. Mereka tinggal di pedukuhan Cempaka wilayah dusun Sasak, kini terkenal dengan Panembahan Cempaka Kuning.
Dari ketiga generasi itu konon Desa Karangduwur terbentuk, maka konon setelah mengalami beberapa genarasi maka terbentuklah Pemerintah Desa Karangduwur di wilayah Dusun Sasak.
1.2 Sejarah Pembangunan Desa Karangduwur
Konon Pemerintah Desa Karangduwur sudah mengalami 9 kali Kepala Desa, di antara ke 9 Kepala Desa itu adalah :
a. Kepala Desa pada Zaman Penjajahan Belanda
1. Pada masa Kepala Desa Soma Leksana
Pada Pemerintah ini Desa Karangduwur masih terletak Pemerintah Desa di Dusun Sasak
2. Pada Masa Kepala Desa Madrani
3. Pada Masa Kepala Desa Madreja
Pada masa ini pemerintahan masih zaman penjajahan Belanda. Pada masa ini telah didirikan Sekolah Rakyat ( SR ) tahun 1938 dan Pembangunan Jalan Desa yang kini menjadi Jalan Pemda Tingkat II, yaitu Jalan Cilacap – Karangbolong.
4. Pada Masa Kepala Desa Karyawintana
Pada masa ini pemerintahan zaman penjajahan Belanda. Pembangunan yang dilakukan pada zaman Kades ini perbaikan sarana dan prasarana baik itu mengenai Sekolah Rakyat dan Pembangunan Jalan Desa yang kini menjadi Jalan Pemda Tingkat II, yaitu jalan Cilacap – Karangbolong.
b. Kepala Desa pada Zaman Pendudukan Jepang – Sekarang
1. Pada Zaman Kepala Desa Kaspari 1942 – 1945
Pada masa Kepala Desa ini tergolong jabatan Kepala Desa paling pendek sebab konon Kades Kaspari terserang penyakit dan meninggal.
2. Pada Masa Kepala Desa Kartowirejo 1945 – 1986
Pada masa Kepala Desa ini tergolong jabatan Kepala Desa paling lama setelah Zaman Pendudukan Jepang, pasalnya masa pemerintahan selama 41 tahun. Pemerintah Desa dengan Kepala Desa Kartowerejo mengalami pembangunan yang cukaup banyak, antara lain :
- Penggantian Nama Sekolah Rakyat menjadi Sekolah Dasar
- Pembangunan Gedung Sekolah Dasar N I
- Pembangunan MI Karangduwur
- Pendirian Kantor Balai Desa
- Pembangunan SDN II
- Pendirian Pasar Desa
3. Pada Zaman Kepala Desa Lasikun 1986 – 1994
Zaman Kades Lasikun ini dilakukan pembangunan, antara lain :
- Pembangunan Jalan Desa
- Pendirian Gedung Puskesmas
- Pendirian Taman Kanak – Kanak Kartini
- Pendirian Kelompok Tani
- Pembuatan Jalan Ke Pantai Menganti
4. Pada Zaman Kepala Desa Hadi Santoso 1994 – 2002
Pada masa pemerintahan ini pembangunan yang dilakukannya :
- Pengaspalan Jalan Desa Lingkungan RW I + 0,5 Km
- Pengerasan Jalan Desa
- Pembentukan Badan Perwakilan Desa
- Rehab Pasar Desa menjadi Aula Desa
- Perluasan Kantor Balai Desa
5. Zaman Kepala Desa Lasikun 2002 – sekarang
Pemerintahan Kades Lasikun sudah 2 tahap dan tahan yang ke 2 ini baru berjalan 3 tahun dan pembangunan yang sudah dilakukan adalah :
- Rehab Aula Desa
- Pengecoran Jalan Desa
- Rehab Balai Desa
- Pendirian Taman Kanak – Kanak Pelangi
( Sumber RPJMDes Desa Karangduwur )
Sabtu, 03 Oktober 2009
Modul Pelatihan Perencanaan Desa Bagi Warga Miskin dan Prempuan
Dalam rangka menyiapkan pelatihan perencanaan desa bagi kelompok kelompok marginal pada hari sabtu tanggal 3 Oktober 2009 FORMASI melakukan diskusi internal untuk dalam penyempurnaan materi pelatihan. Setelah dislusi dilanjutkan mentoting oleh dewan Presidium FORMASI terhadap CO dan Kordinator Program sebagai persiapan untuk menyiapkan pelatihan desa Pasir dan Karanggadung.
Jumat, 02 Oktober 2009
12 Desa kab. Kebumen Mendapat PPIP
Kabupaten Kebumen pada tahun 2009 mendapatkan program PNPM Program Pemberdayaan Infrastruktur Pedesaan (PPIP) sebanyak 12 desa pada tiga kecamatan ( Kec. Ayah, Puring dan Petanahan ). Program ini merupakan program tambahan untuk tahun 2009 sehingga durasi waktunyapun hanya tiga bulan ( yang reguler 8 bulan )sebagai implikasinya maka akan sulit program ini dijalankan dengan pendekatan pemberdayaan karena keterbatasan waktu yang ada.
Informasi Tentang PPIP dapat di klik dibawah
Daftar Desa Penerima PPIP
Informasi Umum PPIP 2009
Pedoman Pelaksanaan PPIP 2009
Pengendalian Program PPIP 2009
Jadwal Tentatif Pelasanaan PPIP 2009
Informasi Tentang PPIP dapat di klik dibawah
Daftar Desa Penerima PPIP
Informasi Umum PPIP 2009
Pedoman Pelaksanaan PPIP 2009
Pengendalian Program PPIP 2009
Jadwal Tentatif Pelasanaan PPIP 2009
Langganan:
Postingan
(
Atom
)