Senin, 30 Mei 2011

Dikpora dan BEC-TF Mengadakan Penguatan Komite Sekolah

Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olah Raga Kabupaten Kebumen bekerjasama dengan Program BEC-TF mengadakan kegiatan Penguatan Kapasitas Pengurus Komite Sekolah yang dilaksanakan selama tiga hari yaitu tanggal 29 – 31 Mei 2011 bertempat di Hotel Wahid Salatiga. Kegiatan Penguatan Kapasitas Pengurus Komite Sekolah diikuti oleh Kepala SD/SMP Model sebanyak 20 orang dan Ketua Komite Sekolah Model sebanyak 20 orang. Kegiatan ini bertujuan :
1. Optimalisasi peran dan fungsi Komite Sekolah dalam upaya meningkatkan kinerja Komite Sekolah.
2. Menciptakan sinergitas antar pemangku kepentingan untuk mengoptimalkan upaya-upaya peningkatan mutu dan pelayanan pendidikan.
3. Meningkatkan pemahaman pengurus Komite Sekolah mengenai posisi Komite Sekolah dalam Manajemen Berbasis Sekolah.

Peran serta masyarakat merupakan amanat Undang-undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional yang salah satunya diwujudkan dalam wadah Komite Sekolah. Agar peran serta masyarakat tersebut dapat mendukung upaya Pemerintah dalam peningkatan mutu pendidikan, maka Komite Sekolah perlu diberdayakan peran dan fungsinya secara optimal.

Dalam kenyataannya, keberadaan Komite Sekolah belum sepenuhnnya dapat memainkan peran dan fungsinya sehingga belum mampu mendorong peningkatan mutu layanan pendidikan di sekolah. Salah satu penyebabnya adalah kurangnya pemahaman yang mendasar tentang peran dan fungsi komite sekolah di kalangan para pengurusnya sendiri di satu sisi dan rendahnya posisi tawar Komite Sekolah di hadapan sekolah di sisi yang lain. Akibatnya tidak sedikit Komite Sekolah yang kinerjanya rendah dan kurang berdaya ketika berhadapan dengan sekolah, terutama dalam mempenhgaruhi kebijakan.

Atas dasar kondisi yang demikian itulah maka perlu adanya upaya-upaya pemberdayaan Komite Sekolah, salah satunya adalah melalui workshop tentang penguatan Komite Sekolah. Kegiatan ini dimaksudkan sebagai upaya peningkatan kapasitas pengurus Komite Sekolah agar mereka dapat memainkan peran dan fungsinya secara optimal dalam rangka bersinergi dengan pihak sekolah demi kemajuan pendidikan di daerahnya.

Meningkatan Kinerja Komite Sekolah

Pemberian otonomi yang lebih besar kepada sekolah bertujuan mendorong pengambilan keputusan trnsparan,partisipatif dan akuntable sehingga tercipta sense of belonging (rasa memiliki) dari segenap warga sekolah. Komite sekolah/madrasah, sebagai lembaga mandiri, dibentuk dan berperan dalam peningkatan mutu pelayaan pendidikan dengan memberikan pertimbangan, arahan dan dukungan tenaga, sarana dan prsasarana, serta pengawasan pendidikan pada tingkat satuan pendidikan. Kinerja Komite Sekolah menjadi salah satu sesuatu yang menentukan tercapainya mutu pendidikan. Komponen dan indikator kinerja Komite Sekolah terkait pada peran yang dilakukannya, yakni sebagai badan pertimbaangan (advisory agency), pendukung (supporting agency), pengawas (controlling agency), dan badan mediator (mediator agency).
A. Aspek Operasional
Indikator Aspek Operasional
1. Pemberi pertimbangan
a. Menghadiri Rapat Komite
b. Memberi masukan dan pertimbangan dalam perencanaan srtategis sekolah
c. Memberi Masukan /pertimbangan dalam penyusunan RKS dan RKAS
d. Memberikan Masukan dan Pertimbangan dalam penyusunan APBS
e. Memberikan masukan dan pertimbangan dalam penyusunan KTSP
f. Memberi masukan dan pertimbangan dalam rangka peningkatan mutu pendidikan
2. Pendukung
a. Peduli dengan kondisi sekolah
b. Secara Aktif berperan dalam program sekolah
c. Mendukung Peningkatan SDM
d. Mau Menjadi Pelaksana Kegiatan
e. Mampu mengali dana dari berbagai sumber untuk pelaksanaan program sekolah
f. Bersedia memjadi guru tamu / narasumber sesuai dengan keahlianya
g. Pro aktif menjalin kerja sama dengan Stakeholder yang terkait
3. Pengawasan
a. Memantau Kehadiran Guru/Karyawan\
b. Memantau KBM
c. Memantau Program Ex Kul
d. Memantau Kegiatan Paguyuban Kelas
e. Memantau Pelaksanaan Pembangunan / Sarpras
f. Melakukan pengawasan APBS secara periodi
g. Memantau hasil Kelulusan dan Kenaikan

B. Aspek SDM dan Kelembagaan
Indikator Aspek SDM dan Kelembagaan
1. Pembentukan Komite dilakukan secara transparan,partisipatif dan akuntable
2. Memiliki Kepengurusan Lengkap
3. Memliki Legalitas
4. Memiliki AD/ART
5. Memiliki Program Kerja
6. Memliliki Dana Operasional Komite
7. Memiliki Perangkat Administrasi yang baik
8. Adanya staf Komite

C. Aspek fasilitas
Indikator Aspek fasilitas
1. Adanya Ruang Komite yang representatif
2. Adanya perlengkapan kantor yang memadai
3. Adanya kesejahteraan

Minggu, 29 Mei 2011

Membangun Tata Kelola Pendidikan Yang Baik Melalui Program BEC-TF

Program Pengembangan Kapasitas Pendidikan Dasar Daerah, untuk selanjutnya disebut Program BEC-TF (Basic Education Capacity Trust Fund) merupakan perpaduan kerjasama antara Pemerintah Pusat dan Daerah dengan di dukung dana dari Pemerintah Belanda dan Komisi Eropa. Kegiatan BEC-TF terfokus pada tiga area utama dan merupakan kombinasi dari bantuan teknis, pelatihan, dan hibah untuk Pemda.

Kabupaten Kebumen sebagai salah satu kabupaten penerima program BEC-TF dari 50 Kabupaten seluruh Indonenesia telah melaksanakan kegiatan pengembangan kapasitas untuk pendidikan dasar sejak tahun 2010 yang meliputi bidang :

1. Trasnparansi dan akuntabilitas
2. Standar Pelayanan Pendidikan
3. Sistem Pengendalian Managemen
4. Sistem Informasi Managemen
5. Pengendalian Sumber Daya Yang Efesien

Program pengembangan kapasitas didasarkan dari hasil survay Kapasitas Pemerintah daerah ( LGCA ) yang di tuangkan dalam Rencana Pengembangan Kapasitas (RPK) baik ditahun 2010 maupun tahun 2011 yang disusun secara partisipatif.
Dengan adanya program BEC-TF ini diharapkan Tata Kelola Pendidikan di kabupaten kebumen menjadi semakin baik.

Sabtu, 28 Mei 2011

Antara Ruang Belajar Masyarakat ( RBM ) dan Sekolah Desa dan Anggaran ( SADAR)

Dua hari ini ( 28 s/d 29 Mei 2011 ) diajak pokja RBM Kec. Karanggayam untuk belajar bersama dalam dalam kegiatan RBM Kec Karanggayam. Kab. Kebumen, walau awalnya agak kesulitan mengatur jadwal kegiatan. RBM adalah fasilitas baru dari PNPM Integrasi dimana kegiatan ini diranncang untuk merangsang dan mengembangkan ide, cara, proses serta hasil belajar kolektif guna meningkatkan harkat dan derajad masyarakat. RBM memberi penghargaan kepada kearifan lokal serta modal sosial yang dimiliki oleh rakyat. Setiap orang mempunyai pengetahuan dan pengalaman untuk dibagikan sebagai pengalaman hidup yang tak ternilai. Kendala struktural terhadap akses produksi sosial ekonomi perlu diatasi melalui relasi sosial baru yang saling memperkuat, saling mengembangkan.

Untuk mengembangkan RBM di dukung dana yang cukup besar selain dari dana APBD Kab dan swadaya masyarakat, pendanaan kegiatan RBM ini juga bersumber dari APBN tahun 2010 dan 2011 untuk Dana Operasional Kegiatan (DOK) RBM di Kab , dan dana operasional kegiatan (DOK) pelatihan masyarakat di kecamatan sasaran PNPM MD. Sebuah pendanaan yang cukup besar untuk mendorong dan mengajak masyarakat untuk belajar dan berbagi pengalaman.

Di Kabupaten Kebumen sejak pertengahan 2009 silam berdiri Sekolah Desa dan Anggaran ( SADAR) yang di gagas oleh LSM FORMASI. Jangan bayangkan sekolahan ini seperti sekolah yang kita kenal selama ini dengan gedung dan perlengkapan yang memadai. Sekolah Desa dan Anggaran bahkan tidak memiliki ruang kelas yang tetap. Sekolah Desa dan Anggaran adalah forum belajar bagi para warga dan juga perangkat desa untuk mengetahui seluk beluk desa serta perencanaan dan penganggaran daerah dengan kurikulum yang telah tersusun. Sampai saat ini SADAR telah hadir pada 7 kecamatan dengan peserta aktif sekitar 300 orang dan terus bertambah, mengingat semakin banyak kelompok masyarakat yang ingin bergabung dengan SADAR.

SADAR digagas dalam rangka melayani kebutuhan peningkatan kapasitas masyarakat, sehingga ia muncul atas kesdaran, inisiatif dan pembiayaan dari masyarakat sendiri sedangkan FORMASI hanya menyediakan fasilitator ( gratis ). Disinilah bedanya SADAR dan RBM. RBM merupakan inisiatif yang muncul dari dari atas dengan support pendanaan yang cukup besar untuk penguatan kapasitas masyarakat sedangkan SADAR berangkat dari tumbuhnya kesadaran masyarakat untuk meningkatkan kapasitas dirinya dengan pembiayaan sepenuhnya swadaya.
Seandanya dua kegiatan ini bias bersenergi sungguh hasilnya akan luar biasa.

Kamis, 26 Mei 2011

Workshop Perancangan SIM PTK Dikpora Kab. Kebumen

Informasi, data, fakta, atau opini dalam suatu organisasi dapat berlangsung dari atas ke bawah atau sebaliknya dan dapat pula berlangsung secara horisontal. Lalu lintas informasi tersebut dapat berlangsung sewaktu-waktu dengan frekuensi tinggi atau rendah. Intensitas informasi tersebut belum tentu cocok dengan kebutuhan suatu organisasi dan bidang tertentu, terlebih bila informasi-informasi yang ada menumpuk dan tercampur baur. Maka untuk penertibannya dibutuhkan suatu perangkat khusus yang dapat menanganinya. Perangkat tersebut dikenal dengan Sistem Informasi Manajemen (SIM).

Sebagai upanya untuk menyusun Sistem Informasi Managemen Tenaga Pendidik dan Non Kependidikan di lingkungan Dikpora Kab. Kebumen pada tanggal 25 s/d 26 Mei 2011 bertempat di Hotel Candisari telah dilaksanakan Workshop Perancangan Sistem Informasi Managemen ( SIM ) PTK. Kegiatan ini salah satu kegiatan yang dibiyayai dari dana hibah luar negri dalam program BEC-TF Tahun 2011.

Acara workshop perencangan SIM PTK ini dihadiri dari jajaran Dikpora Kab. Kebumen, BKD dan DPPKAD kabupaten kebumen. Dengan workshop ini diharapkan SIM PTK Dikpora bisa tersinergi dengan SIM Pengawai di BKD ( Badan Kepegawaian Daerah ), SIM Gaji di DPPKAD, SIM NUPTK,SIM Dapodik dan SIM Padati.

Rabu, 25 Mei 2011

Maka Berhentilah

ketika kau anggap ini tangisan
maka ini adalah tangisan panjang tak bertepi
yang hadir pada setiap ujung hari
membahana merasuki jiwa jiwa penguasa
dimana akal sehat dan nurani telah diletakan di samping pantat.

tapi ini adalah teriakan marah bercampur pilu
karena luka keadilan semakin dalam dan bernanah
sementara pesta pesta terus didendangkan
dan keserakahan semakin tertata rapi dalam regulasi

jeritan ini tlah bersahutan dengan longlong srigala
hadir bersama kencang badai dan derasnya gelombang lautan
maka berhentilah sebelum amarah dijadikan panglima
dan melumat peradaban.


Minggu, 22 Mei 2011

Bekerja Sepenuh Hati

Suatu Ketika Mercedez Benz owner memiliki masalah dengan kran air di kamar mandi dalam rumahnya. Kran tersebut selalu bocor sampai Big Bos Marcedez itu khawatir akan keselamatan anaknya yang mungkin saja dapat terpeleset dan jatuh.

Mengikuti rekomendasi temannya, Mr. Benz menghubungi tukang ledeng agar memperbaiki kran miliknya. Akhirnya dibuat perjanjian untuk memperbaiki yaitu 2 hari kemudian. Karena si tukang ledeng cukup sibuk. Sama sekali si Tukang ledeng tidak mengetahui bahwa si penelpon adalah termasuk orang penting, pemilik perusahaan mobil terbesar di Jerman.

Setelah ditelpon, satu hari kemudian si tukang ledeng menghubungi Mr. Benz untuk menyampaikan ucapan terima kasih karena telah bersedia menunggu hingga satu hari lagi.

Mr. Benz-pun kagum atas pelayanan si tukang ledeng dan cara berbicaranya.

Hari berikutnya pada hari yang telah ditentukan, si tukang ledeng datang untuk memperbaiki kran yang bocor di rumah Mr. Benz.

Setelah diutak-atik, akhirnya kran pun selesai diperbaiki dan setelah menerima pembayaran atas jasanya, si tukang ledeng pulang .

Sekitar 2(dua) minggu kemudian setelah hari itu, si tukang ledeng menelpon Mr. Benz untuk menanyakan apakah kran yang telah diperbaiki sudah benar-benar beres dan tidak ada masalah yang timbul? Ternyata Mr. Benz puas akan kerja si tukang ledeng dan mengucapkan terima kasih atas pelayanan si tukang ledeng. Mr. Benz berpikir, bahwa orang ini pasti orang yang hebat walaupun hanya tukang ledeng.

Beberapa bulan kemudian Mr. Benz merekrut si tukang ledeng untuk bekerja di perusahaannya. Tahukah Anda siapa namanya?

Ya, dialah Christopher L. Jr. Saat ini jabatannya adalah General Manager Customer Satisfaction and Public Relation di Mercedez Benz !

========

Sahabat, tahukah anda apa makna dari cerita diatas. Cerita diatas memberikan motivasi kepada kita untuk memberikan yang terbaik di kehidupan ini apapun posisi kita saat ini. Kita tidak tahu, sebenarnya posisi kehidupan kita dimana, namun dengan memberikan yang terbaik, kita tidak akan menoleh kebelakang melihat goresan cerita kehidupan kita dengan kekecewaan. Yang ada hanyalah senyum kepuasan akan apa yang telah kita lakukan.

Kehidupan ini hanyalah panggung sandiwara, maka sebaik-baik pemain adalah yang bermain sebaik mungkin dengan kesadaran bahwa perannya hanya sementara.

Ada naskah dan skenario Sang Pencipta yang tidak kita tahu.

Dibalik kebahagiaan, terkadang skenario selanjutnya adalah kesediihan, begitu pula terkadang dibalik kesedihan, skenario selanjutnya adalah kebahagiaan.

Hanya 2 hal yang dapat kita lakukan, yaitu meyakini bahwa skenario yang Allah berikan adalah yang terbaik dan berbuat yang terbaik dalam melalui setiap peristiwa kehidupan kita.

Maka jika Sahabat dalam kesedihan, kegalauan hati, keresahan jiwa, ingatlah bahwa itu hanya sementara…

Sumber: Artikel dan Kisah Motivasi (FB)

Minggu, 08 Mei 2011

Mereviu RPJMDes

Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa yang selanjutnya disingkat (RPJMDesa) adalah dokumen perencanaan yang memuat arah kebijakan pembangunan Desa, arah kebijakan keuangan Desa, kebijakan umum, program dan kegiatan pembangunan ditingkat desa.
Sedangkan Tujuan dari penyusunan RPJMDes adalah sebagai berikut :
a. mewujudkan perencanaan pembangunan desa sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan keadaan setempat;
b. menciptakan rasa memiliki dan tanggungjawab masyarakat terhadap program pembangunan di desa;
c. memelihara dan mengembangkan hasil-hasil pembangunan di desa; dan
d. menumbuhkembangkan dan mendorong peran serta masyarakat dalam pembangunan di desa.

Sangat penting bagi desa untuk menilai RPJMDesnya sudah baik atau belum, karena dengan dokumen perencanaan yang baik tentunya akan menghatarkan pada hasil yang baik pula.
Untuk melakukan Penilain RPJMDes setidaknya ada beberapa hal yang harus diperhatikan antara lain,
1. Aspek aspek apa saja yang akan dimonef. Dalam mengevaluasi RPJMDes setidaknya ada tiga aspek yang menjadi titik berat evaluasi.
a. Aspek Proses Penyusunan RPJMDes, meliputi beberapa sub aspek berikut ini.
a.1. Tingkat Partisipasi
Pada sub aspek ini yang perlu dinilai adalah apakah dalam penyusunan RPJMDes telah melibatkan warga miskin, perempuan dan anak pada semua tahapan. Dismping itu juga perlu dilihat sejauh mana kualitas keterlibatan mereka.
a.2. Tahapan dan Mekanisme Penyusunan
RPJMDes tentunya disusun berdasar tahapan dan mekaniseme yang telah di tententukan. Dimulai dari Sosialisasi, Pemebentukan Tim Penyusunan / Pokja, Musyawarah Dusun/RW/RT/ Kelompok utuk menggali masalah dan potensi dengan menggunakan tiga alat kajiaan ( Sketsa Dusun, Kalender Musim dan Diagram Kelembagaan ), Lokakarya desa untuk membahas pengelompokan masalah, penyusunan legenda dan sejarah desa, penyusunan visi dan misi desa, skorining masalah, kajian dan analisa masalah untuk mendapatkan alternative dan tindakan yang layak, penyusunan arah kebijakakan keuangan desa, penyusunan matrik program dan kegiatan serta penyusunan rancangan draf naskah RPJMDes. Musbangdes RPJMDes serta musyawarah BPD dalam rangka penetapan Perdes RPJMDes.
Hal tersebut diatas itulah yang harus di nilai dalam sub aspek ini.

b. Aspek Isi / Konten RPJMDes terdiri dari beberapa sub aspek berikut ini
b.1. Keakuratan Perumusan
Pada sub aspek ini yang dinilai adalah keakuratan perumusan masalah,potensi Visi, Misi, Arah kebijakan , Program dan Kegiatan
b.2. Keberpihakan
Sub aspek ini meliputi keterkaitan dengan pencapaian MDGs, Pengurangan Kemiskinan, Pendidikan Dasar, Kesehatan anak, Kesehatan Ibu, Pemberantasan Penyakit Menular, Penyedian lingkungan yang sehat dsb.
b.3. Kesesuaian dengan RPJMD Kabupaten.
Kesesuaian nomenklatur program dan kegiatan dengan nomenklatur program dan kegiatan SKPD, kesesuaian dengan visi misi daerah serta keterpaduan dengan kebijakan strategis daerah.

c. Aspek Dokumen RPJMDes
c.1. Sistematika Penulisan Dokumen
c.2. Kelengkapan Dokumen

2. Siapa Yang Melakukan Penilaian
Untuk melakukan penilaian RPJMDes perlu di bentuk Tim/Pokja. Tim / Pokja penilaian RPJMDes bisa di bentuk di tingkat kecamatan ataupun di tingkat desa.

3. Bagaimana Melakukan Penilain
Sebaikanya evaluasi RPJMDes dilaksanakan secara partisipatif yang di pandu oleh Tim Penilai. Kegiatan ini bisa dilaksanakan dalam acara Lokakarya Penilaian  RPJMDes di tingkat Desa dengan melibatkan stake holder yang terkait.

4. Rekomendasi
Hasil penilian RPJMDes berupa rekomendasi perbaikan pada aspek aspek yang di nilai yang disusun oleh Tim Evaluasi berdasarkan hasil lokakarya penilain RPJMDes di tingkat Desa. Laporan hasil penilaian disusun oleh Tim Penilai dan diserahkan kepada Pemerintah Desa untuk digunakan sebagaimana mestinya.

5. Tindak Lanjut Paska Penilaian RPJMDes
Pemerintah desa menindak lanjuti rekomendasi Tim evaluasi RPJMDes, jika rekomendasinya hanya pada perbaikan domumen tidak tidak perlu melakukan Revisi Perdes RPJMDes,tetapi jika rokemendasinya berkaintan dengan proses dan isi / konten RPJMDes maka perlu dilakukan Revisi RPJMDes.